Kamis, Mei 28, 2009

Rahasia di balik Sholat Tahajud.

Assalamu Alaikum warohmatullohhi wabarokatu.

Salam Persahabatan untuk semua para pembaca
Mohon di maklumi apabila banyak kekurangan nya.

Saya akan mencoba berbagi pengalaman apa yang saya alami dan saya pelajari dari hasil saya menjalani kehidupan di dunia ini

Mengungkap rahasia di balik sholat tahajud.
Melakukan Sholat Tahadjut Hukum nya Adalah sunnah mu’akat (sangat di anjurkan)

Di malam hari, ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya. Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)
Banyak muslim yang merasa malas untuk bangun malam dan mendirikan shalat tahajud. Hal ini terjadi karena kesibukannya dalam menjalani segala aktivitas di pagi, siang atau sore hari. Hingga dari kesibukannya tersebut mengakibatkan lelah dan enggan untuk bangun di malam hari. Apalagi untuk melaksanakan ibadah.
Padahal malam yang hening ternyata dapat membawa dahsyatnya berjuta berkah lewat shalat tahajud yang diperintahkan Allah Swt sebagai sebuah karunia yang besar. Melalui shalat tahajud yang ikhlas, khusyu’, dan rutin akan membawa kemuliaan bagi orang muslim yang beriman yang peduli dengan panggilan Allah Swt. “Siapa yang berdo’a kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.” (HR. at-Thirmidzi)

bertahajud demi mempererat hubungan dengan Rabb—Sumber segala pertolongan mereka. Terhadap ahli tahajud, Allah berjanji bakal mengangkatnya ke maqam terpuji (QS 17: 79). Bahkan, bermacam pertolongan Allah sudah diberikan saat mereka hidup di dunia: kemudahan rezeki, ketenangan hati, tubuh yang sehat, rumah tangga sakinah dan harmonis, hidup terasa serba mudah, senantiasa bersyukur, dan sebagainya.


1. orang yang melakukan sholat tahadjut dengan Ikhlas dia akan di angkat drajatnya.
Kemuliaan orang beriman ada pada shalat malam
Jibril berkata, Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan shalat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain. (Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 831). [3]
nya baik di dunia maupun di akherat nanti.
Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji, dalilnya adalah
Dan pada sebagian malam hari bertahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.(Al Israa : 79).


2. Dapat meningkatkan daya tahan tubuh

Menurut penelitian Prof. Dr. Muhammad Soleh dalam desertasinya yang berjudul “Pengaruh Shalat Tahajud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Neuroimunologi” dengan desertasi itu, Soleh berhasil meraih gelar doctor dalam bidang ilmu kedokteran pada program pasca sarjana Universitas Surabaya yang dipertahankannya beberapa waktu lalu.
Shalat tahajud ternyata bukan hanya sekedar shalat tambahan (sunah muakkad), tetapi jika dilakukan secara rutin dan ikhlas akan bisa mengatasi penyakit kanker. Secara medis, shalat tahajud mampu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imunologi) khususnya pada imunoglobin M, G, A, dan limfositnya yang berupa persepsi serta motivasi positif. Selain itu, juga dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi.
Selama ini, ulama melihat ikhlas hanya sebagai persoalan mental psikis. Namun, sebetulnya permasalahan ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol dengan parameter kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah kortisol pada pagi hari normalnya antra 38-690 nmol/liter. Sedangkan pada malam hari atau setelah pukul 24.00, jumlah ini meningkat menjadi 69-345 nmol/liter.
“Kalau jumlah hormone kortisolnya normal, dapat diindikasikan bahwa orang tersebut tidak ikhlas karena merasa tertekan. Demikian juga sebaliknya,” ujarnya seraya menegaskan temuannya ini membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama Islam semata-mata dogma atau doktrin.
Menurut Dr. Soleh, orang stress biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan melakukan tahajud secara rutin dan disertai perasaan ihklas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respon imun yang baik serta besar kemungkinan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Berdasarkan perhitungan medis, shalat tahajud yang demikian menyebabkan seseorang memiliki ketahanan tubuh yang baik.

3. Dapat memper cantik/tampan wajah (selalu terlihat berseri-seri).
Berkata Imam Ibnul Qayyim, Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya Ada sebagian istri yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih bagus.Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi Al-Istanbuli di bukunya Kado Perkawinan halaman 312 ketika mengutip perkataan Ibnul Qayyim di buku Raudha Ath-Thalibin.
Perlu juga diingat bahwa kiat ini bukan cuma monopoli kaum Hawa saja, kaum Adam pun perlu juga menerapkannya.

4. Apa yang ia cita-cita kan cepat Insya Alloh cepat tercapai.
Shalat malam yang paling utama adalah pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat ini doa akan dikabulkan oleh Allah. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasannya Nabi pernah bersabda:
Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari no. 145 dan Muslim no. 758).

5. Membuang Hijab atau pembatas antara diri kita dengan Allah atu menghapus dosa-dosa kita Shalat malam dapat mendekatkan diri kepada Allah dan dapat menghapuskan dosa, dalilnya adalah
Hendaklah kalian melaksanakan shalat malam karena shalat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa. (HR. Tirmidzi no. 3549, Al Hakim I/380, Baihaqi II/502. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaa Al Ghalil II/199/no. 452). [2]

Semoga bermanfaat
Wasallam: Irham mustofa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar